Menara pengawas Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, mengeluarkan peringatan mengenai risiko bird strike (serangan burung) sebelum pesawat Jeju Air mengalami kecelakaan maut. Insiden tragis itu mengakibatkan 179 korban tewas.
Kronologi Kejadian
-
Waktu Peringatan: Peringatan bird strike dikeluarkan pada pukul 08.57 pagi, enam menit sebelum kecelakaan terjadi.
-
Tindakan Pilot: Setelah menerima peringatan, pilot mengumumkan mayday pada pukul 08.58 dan berusaha mendarat.
-
Kecelakaan: Pada pukul 09.03, pesawat tergelincir saat mendarat tanpa roda pendaratan, menabrak dinding bandara.
Risiko dan Dampak Bird Strike
-
Risiko Umum: Tabrakan burung dapat merusak pesawat dan bahkan menyebabkan kematian. Jenis burung seperti unggas air, burung camar, dan burung pemangsa seringkali menjadi penyebab bird strike di udara.
-
Data Statistik: Menurut laporan Bird Strike Committee AS, kebanyakan tabrakan burung terjadi di sekitar bandara. Australia melaporkan tingkat tertinggi, sementara AS memiliki tingkat terendah.
-
Dampak pada Mesin: Tabrakan burung, terutama pada mesin turbofan pesawat jet penumpang seperti Boeing dan Airbus, dapat menyebabkan kerusakan serius, bahkan mematikan mesin.
Upaya Pencegahan
-
Pengawasan dan Teknologi: Radar digunakan untuk melacak kawanan burung, namun belum tersebar luas secara global. Produsen pesawat melakukan uji keamanan dengan menembakkan ayam beku ke mesin beroperasi.
-
Manajemen Bahaya: Otoritas penerbangan sipil mengenalkan teknik seperti ledakan gas kecil untuk mengusir burung dari sekitar landasan pacu. Penempatan tanaman yang tidak disukai burung juga menjadi salah satu langkah.
Penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan faktor penyebab pasti dari kecelakaan Jeju Air, namun insiden ini sekali lagi menegaskan betapa pentingnya kesadaran akan risiko bird strike dalam keselamatan penerbangan.